Rabu, 12 Januari 2011

Efisien, Padi, Kejujuran & Takdir

28/11/10 12:16 AM

Semua diatas segalanya, 3 hari lalu sebuah perjalan untuk membuka mata hati yang mungkin susah untuk dibuka! Semangat atas kehidupan apa yang akan datang hikmah dari sebuah misteri yang tidak terpecahkan. Semua terbuka dan terjadi di waktu yang berdampingan dengan datangannya kepurukan akan kepercayaan atas kemampuan diri sendiri.

Efisien

“…karena, semua sama! Berarti semua menjadi efisien ; waktu, kerja, tenaga…” dari kalimat itu semua kepurukan yang selama 6 bulan kebalakang merupakan hal mustahil dan sangat berat. Sebuah kalimat yang tidak diduga akan datang pada waktu dan tempat “tidak enak” untuk bercerita sesuatu hal berat. Hal yang berat adalah bercerita tentang semangat hidup, semangat untuk bertindak, semangat untuk membuat bangga pada seseorang.

“semua tidak ada yang tertunda, yang ada hanya tindakan yang akan kita lakukan terhalang oleh keinginan yang tidak ingin kita lakukan”

Secara menakjubkan kata Efisien itu selalu terbayang dalam setiap tindakan setelah bral panjang yang mungkin merupakan obralan paling membekas setelah obrolan tentang sebuah iman terhadap sang pencipta. Bahwasannya kefisien hidup kita tergantung bagaimana kita bisa menghargai waktu yang “disediakan” oleh-Nya. Konseptual tentang kehidupanpun menurut saya telah berubah, yang sejak awal adalah hidup untuk beribadah sekarang menjadi beribadah untuk hidup.

Seorang anak bermain tanpa memikirkan apakah dia mengefisienkan waktu selama hidup di dunia ini. Apakah dia bisa berfikir bagaimana hidup setelah dia mencapai kata dewasa, sebuah kata yang merupakan wujud dari suatu tindakan yang seharusnya sudah dijelaskan secara garis besar pada saat dia menginjak waktu dewasa. Namun hal tersebut seringkali terabaikan karena, hal tersebut masih tidak sopan dan tidak pantas untuk dibicarakan sebelum wujud dari kedewasaan itu datang.

Apabila sesuatu dijelaskan pada saat hal tersebut terjadi maka keefisienan itu tidak dapat tercipta. Karena, membutuhkan banyak penjelasan yang sebenarnya bisa di lakukan pada saat semua itu menjadi hal kecil bukan saat hal tersebut menjadi hal besar. Dan secara psiklogis sesuatu hal yang besar membutuhkan ‘kekuatan’ yang lebih besar.

“Kenapa sex itu sebaikanya dilakukan setelah menikah??, film dewasa tidak boleh di lihat anak dibawah umur?”

Semua di berikan pada saat kedewasaan itu muncul, kenapa tidak sebelumnya. Efesienkah semua hal yang terjadi, apabila semua hal besar sedang berjalan, disaat bersama hal yang besar sedang terjadi mengisi seluruh sendi-sendi pikiran seseorang yang sedang dianggap dewasa.


... dan masih terus berlanjut ke Padi, Kejujuran & Takdir




Tidak ada komentar:

Banner.... Blog.... Blog.... Blog.... ~.O