Sabtu, 14 November 2009

Jakarta Fashion Week 2009/2010 (satu-satunya ajang fashion berskala tinggi di Indonesia)

Majalah Femina, Pacific Place, BRI, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta, IPMI, dan APPMI, perhelatan akbar itu di gelar kembali. Ajang Jakarta Fashion Week 2009/2010 (JFW 09/10). Perhelatan yang akan diselenggarakan dari tanggal 14-20 November 2009 di Pacific Place ini diharapkan mampu memajukan industri mode Indonesia.

Ajang ini merupakan gelaran yang memiliki standar dan skala yang cukup tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa ini adalah satu-satunya ajang fashion berskala tinggi di Indonesia. Harapannya, pagelaran seperti ini bisa menjadikan Jakarta sebagai salah satu sentra utama industri mode di kawasan Asia Tenggara.

Lebih dari 60 perancang yang tergabung dalam APPMI dan IPMI akan menunjukkan karyanya dalam acara ini. Festival ini akan memberikan arahan tren Indonesia di tahun 2010, melalui koleksi yang ditampilkan para desainer tersebut. Ada pun perancang baru juga akan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya-karyanya melalui salah satu program di dalam JFW, yakni Lomba Perancang Mode Indonesia.“JFW 09/10 adalah upaya kami untuk menggalang semua kekuatan negeri ini untuk memajukan industri mode Indonesia bersama-sama. Kekayaan budaya dan potensi kreativitas negeri ini, yang tercermin pada keragaman kain tradisional dari seluruh pelosok nusantara, kedinamisan para perancang kita, serta keuletan para wirausahawan kita, adalah elemen-elemen penting yang harus dipadukan untuk mencapai tujuan ini,” tutur Svida Alisjahbana, Chief Operating Officer dan Ketua Umum JFW 09/10.Ia juga menambahkan, melalui ajang semacam inilah kita bisa menyuarakan tentang tekstil, filosofi, pakaian Muslim, desain, serta kultur kita ke level berikutnya. Melalui ajang ini pula kita harus menunjukkan pada dunia fashion kita adalah tuan rumah di negara kita sendiri. Karena lewat fashion, kita bisa memperkenalkan negara dan budaya kita ke luar negeri.
Yang membedakan JFW tahun kedua ini dengan tahun sebelumnya adalah adanya kerjasama unik antara Indonesia dan India. Indonesia, yang diwakili oleh Priyo Oktaviano dan Sebastian, berkolaborasi dengan Tarun Tahiliani dan Malini Ramani dari India. Pertukaran desainer ini merupakan program eksplorasi budaya, yang merupakan hasil kerjasama dengan Kedutaan Besar India.

“Jakarta Fashion Week yang lalu memberikan dampak sangat positif. Event ini mulai dikenal, desainer lokal yang ikut bergabung pun ikut dikenal, dan mendapat banyak buzz (hasil peliputan) dari media. Harapannya, Jakarta Fashion Week tak hanya berlangsung sebagai fashion show saja, tapi sebagai tradeshow. Dalam artian, di sini kita bisa juga melakukan trading, alias jual beli. Toh, fashion jika tak bisa dijual, buat apa?” ungkap Taruna K. Kusmayadi, Ketua Asosiasi Pengusaha dan Perancang Muda Indonesia (APPMI), pada saat konferensi pers JFW 09/10.
Taruna menuturkan, ajang seperti ini adalah cikal-bakal dari mode Indonesia. Ia berharap, bahwa ke depannya, industri fashion Indonesia tak lagi hanya melakukan ajang-ajang fashion kecil yang terpisah. Ia berkeinginan agar masyarakat fashion Indonesia mau bersatu melakukan ajang fashion yang besar, sehingga menciptakan gaung yang lebih besar, setidaknya 2 kali setahun.

NB: 4 foto di post ini bukan fashion yang ada di JFW 09/10 tapi, acara FANTASTIQUE WORLD (Pagelaran Tata Rias Fantasi 2009) di JAKARTA juga,,!!




1 komentar:

saya kopi mengatakan...

I Love...... Fashion!!

btw, 4 foto yang yang ada di post ini bukan foto JFW tapi, foto acara fashion body painting di Jakarta juga...

heheheh...

Banner.... Blog.... Blog.... Blog.... ~.O